July 19, 2013

Am I for it? - written in April 2013, reviewed today!

I have been quite busy since posted to International Student Centre. A new place, new environment and new set of teamwork. Everyday is like a new day to me...new shocking issues, new challenges and sometime new headache! Anyway, I am settling down and learned to accept the fact that Allah sent me here for good reasons...Although it's not an easy rowing for me, but I'll try my very best to perform with Allah will. InsyaAllah...InsyaAllah...InsyaAllah. There was a promotion exercise recently, it was a quick decision by the VC to advertise the more than 2 years vacant N52 post. He has been delaying the promotion exercise for reason like there's no suitable candidate to hold the position. It's okay...there's a truth in it. I also wish to see a credible, brilliant,global and multitask leader to be in the senior position as our outfit is currently perceived as lack of talent and leadership personnel! Yes, in my personal view, there's a leadership crisis in the Registrar outfit. Don't agree with me? It's okay, I don't expect to have follower to agree with my opinion. But the real fact is, sometimes the management found difficulties in putting the right people at the right place, sometimes the negative perception jeopardize the courage one have to move forward. Negative perception, with low motivation, complacent attitude are some of the factors that affects the promotion exercise. Left this argument behind, as I am going to conduct a research on Crisis Leadership soon (when? really not sure.....but will do that!) Today: The promotion exercise to Grade N52 was re-advertised again - change of promotion exercise format i.e. INTERVIEW ONLY... Some of my colleagues sat for exams after the first advertisement... Anyway, I have not decide whether to apply or not...Let Allah tick my heart to make the right decision! I pray for the right person to get the post. Amin

ISC - my workplace

It has been three and half months I have been transferred to this place. A lot more challenges I faced compare to my previous departments. I learned the meaning of hardship, friendship, respect people for whom they are, be patient, be in other people's shoes, caring and forgiving. The students look at me like their mummy...it is okay, I enjoy it. In term of workplace and system improvement, a lot of things to be done....the works keep boggling in my mind even when I am sleeping...my dream, my day and my life are occupied with the responsibilities I have to carry out in this place. Thanks to my dearest husband and children for their understanding and support. Not easy to make people understand what I am going through...people still keep asking me whether I am okay to hold this responsibility, some people thought I was promoted to take up this position...some are confident that I can change this place...of course some are still skeptical whether I am fit to be the Director of International Student Centre. Whatever you say, I reserve my comment to respond to that. Allah put me here with reasons, if He wants me to stay, I'll be here long otherwise I will be in some other place...the life fate has already been written by Him for me. After few months, I found that things are getting better, and I am optimistic that this place can be transformed to a better place in the future, if only I am here for a longer period...as many people have said...Madam you have done some change to this place and we hope you will be here for a longer period to make sure the ball doesn't stop rolling... the problem of this place is it keeps changing leadership. Leadership is important to drive the team to achieve its aspiration... May Allah grants me strength, positiveness and willingness to lead the team. Amin. By the way I have served UM for 20 years...I did not notice until I received the notification letter from BSM...another 16 more years to sail, may the sailing gets smoother each day...Thanks Allah

May 12, 2013

Joburg - suatu catatan perjalanan 6 - 10 Mei 2013

6 Mei 2013 aku diberi kesempatan untuk menjejakkan kaki di bumi Allah bernama Johannesburg. Penerbangan yang dilewatkan sehari lantaran sebagai seorang warga Malaysia aku perlu menjalankan tanggungjawabku untuk mengundi bagi memilih kepimpinan yang bakal menerajui Malaysia mencapai kejayaan yang lebih gemilang pada hari muka. Aku menetap di Hyatt Regency tempat yang sama di mana aku akan membentangkan secebis pengalaman dalam QS Maple 2013- 8/5/2013. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Persembahanku menarik beberapa soalan daripada peserta dan aku menjawab dengan gembira. Esoknya sebelum check out, aku bersama 7 orang peserta yang lain mengambil peluang melawati kawasan persekitaran Soweto. Tiada pemandangan yang menarik yang boleh aku kongsikan. Lukisan hidup manusia di celah-celah kehidupan yang begitu menekan, meninggalkan jurang yang mewarnai kehidupan masyarakat di Joburg. Yang kaya, yang sederhana tidak kurang yang sangat daif dan meminta-minta. Yang berkumpul di hadapan kilang-kilang menanti rezeki kalau-kalau ada yang menggamit menghulurkan pekerjaan, biarpun sebagai pencuci atau apa sahaja, asalkan mulut dapat menjamah rezeki untuk hari ini...Biar kesempitan hidup begitu ketara, namun pendidikan untuk anak2 tidak sesekali diabai ibu bapa....cantik mengenakan pinafor dengan harapan yang besar untuk mengubah hidup keluarga...semoga Allah memudahkan urusan mereka, memberikan mereka rezeki dan rahmatNya yang berpanjangan kepada hamba-hambaNya walau di mana jua kami berada. Perjalanan juga mencoretkan kenangan apabila berkesempatan melawat rumah Nelson Mandela, pejuang bangsa yang dihormati seluruh dunia, melewati kediaman Winnie Mandela (pernah suatu ketika menjadi kekuatan untuk Nelson Mandelamemperjuangkan nasib bangsanya), mengunjungi muzium apartheid dengan cerita suka duka perjuangan mereka...aku insafi kehidupanku sekeluarga, hidup aman dan damai,saling hormati masyarakat berbilang kaum dam agama....adakah ia akan berterusan atau adakah suatu masa nanti keamanan dan kedamaian anugerah Allah ini akan bertukar menjadi mimpi ngeri...aku pasrah padaMu Ya Rabbi

March 2, 2013

My love has never fade

My love has never fade

I should have gone from your life
The day when I found your lies
I should have leave you behind
The moment when I knew what you have done
I should have stop loving you
Since I knew that you've broken my heart
But I choose to stay
Simply because you meant everything to me

When you broke my heart with the sad episode in my life
I just wanted to end up our relationship
But you begged not wanting it to happen
You admitted your mistake
You asked for my forgiveness
And appreciated what you had had
It was forgiven as easy as that
Because I realized everyone made mistake

But how much have you done
To redeem the mistake you made
To fill the gap that you create
I always felt so bad
When the sad memories started to stir on my head
But I quickly consoled myself to accept the fact
Simply because my love for you has never fade



February 18, 2013

Pilihan buka suatu paksaan

Tertanya-tanya
Apakah benar apa yang dibaca
Apakah jelas apa yang didengar
Apakah sahih apa yang  dilihat
Semuanya bagaikan teka teki yang silih berganti
Hari ini ceritanya begini
Esok ceritanya begitu

Keliru
Yang mana benar
Yang mana dusta
Semuanya mendabik dada mencanangkan usaha
Semuanya mencungkil segala kesalahan dan dosa
Semuanya mengadu domba tanpa usul periksa
Semuanya hanya mengata kebenaran di pihaknya saja
Aib, maruah dan fitnah menjadi tajuk utama
Agama, bangsa dan negara menjadi bahan cerita
Seronok rasanya menjatuhkan saudara
Mengelirukan mereka yang cetek ilmu dan lemah minda
Mengaburkan pertimbangan menjarakkan rasional
Mengundang persengketaan dan permusuhan
Menghakis toleransi dan kepercayaan
Mengkucar kacir keamanan dan kesejahteraan
Atas nama demokrasi dan kebebasan
Tanpa gentar akan sempadan hukum
Tanpa menghormati hak sesama insan

Pilihan bukan suatu paksaan
Apa yang disajikan bukan suatu kepastian
Suara, tinta dan media boleh melontarkan apa sahaja
Akal perlu waras memilih apa yang perlu diterima
Tidak ada sesiapa yang berhak
Menentukan apa yang akan dipilih
Masa hadapan negara bukan untuk dipermainkan
Usaha dan doa jangan disia-siakan
Jangan dibiarkan anak bangsa merintih
Jangan biarkan kepercayaan ditoreh
Apa jua pilihan jangan tergadai keharmonian
 

Suara hati rakyat biasa
Negara aman harmoni sentiasa
Tidak kira bangsa dan agama
Mencari rezeki dengan gembira
Yang berkuasa biarlah jujur
Asuhan agama hendaklah akur
Yang memimpin berwibawa, adil, bertimbang rasa
Yang dipimpin bersyukur, bertolak ansur dan memahami
Semoga negaraku akan terus aman dan makmur
Di bawah pemerintahan yang unggul

P/S: Sedih dengan cerita-cerita tanpa bukti yang sering dibicarakan oleh masyarakat....akukah yang naif, atau zaman kini telah berubah. 'Cakap-cakap' sudah boleh dijadikan bukti untuk mengesahkan kesongsangan peribadi seseorang. Jadi pemimpin salah, jadi isteri pemimpin salah...kuatnya hati mereka-mereka yang bergelumang dengan dunia politik. Yang menjadi keliru adalah orang-orang seperti aku....

February 7, 2013

Duka dan bahagia

Keresahan yang mengusik jiwa
Menyukarkan aku untuk memejamkan mata
Mengimbau kenangan semalam yang luka
Benarkah kalimah 'setia ke hujung nyawa'
Atau sekadar retorik dan pemanis kata

Novel dan cerekarama begitulah jalan ceritanya
Biar penuh liku, biar berendam air mata
Yang duka akhirnya kan bahagia
Itu lakaran hidup yang direka manusia
Itu lukisan yang diwarnakan oleh sang pelukisnya
Namun hakikatnya tidak semua duka kan bertemu bahagia
Ada ketika duka bertimpa-timpa sehingga ke hujung nyawa
Ada ketika bahagia bertamu setelah jiwa merana
Apakah di akhir sebuah duka pasti ada bahagia
Mengapa bila bahagia tiba luka lama masih bertakhta
Mengapa bila kemaafan dihulur
Kisah silam masih subur
Hah! inilah realiti sebuah cerita
Bukan mudah memadam api amarah

Lukisan kehidupan begitu unik kepada setiap insan
Indahkah jika hidup tidak disulami derita
Tenangkah jika bahagia sentiasa terhampar di hadapan mata
Uniknya menjadi manusia
Dianugerahi Allah dengan kisah suka dan duka
diuji dengan bahagia dan derita

Lirik Setia Hujung Nyawa

Lirik Setia Hujung Nyawa - Fiq & Gjie

January 24, 2013

Cahaya itu telah datang

Cahaya itu sedang menyinari
Setelah sekian lama ia bersembunyi
Siapa jua yang tidak tabah menyusuri
Siapa jua yang tidak sabar menanti
Pasti lelah dan payah membelenggu diri
Tersungkur didakap duka
air mata meredakan kecewa
Kecewa dengan takdir derita
Demi mempertahankan sebuah kisah cinta

Berjalan bergandingan tanpa cahaya
Laluan berliku gelap gelita
Tiada tanda atau petunjuk
Jalan sambil meraba-raba
Tiada pasti arah yang dituju
Kadang kala terjatuh, tersungkur dan rebah
Segera bangkit dan saling memapah

Yakin takdir bahagia akan mendatangi
Digenggam erat janji dua hati
Sabar, tabah dan tidak berputus asa
Saling membantu dan sentiasa bersatu
Biar ujian datang melanda
Kasih sayang menjadi perisai utama
Mengharap sedikit cahaya menyusup masuk
Agar laluan yang berliku mudah ditempuh

Berkat doa, usaha dan keazaman
Akhirnya cahaya menampakkan wajahnya
Syukur cahaya itu telah kelihatan
Membawa sinar harapan yang bergemerlapan
Membuahkan kejayaan memakbulkan harapan

Cahaya itu telah datang
Ia anugerah Yang Maha Pemurah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Terima kasih Allah

December 31, 2012

Terima kasih mak

Terima kasih mak sebab hadiahkan laptop ini kepada Rozi pada 29/12/2012. Terharu menerimanya sebab dah lama sangat tak terima pemberian dari mak....Apa-apa pun Rozi berterima kasih atas kasih sayang mak yang tak pernah pudar kepada Rozi, Ana dan Intan. Allah juga yang mampu membalasnya.

Rozi nak buat mak gembira, walau ada ketika tutur kata dan tingkah laku Rozi mengundang kemarahan mak, Rozi tidak bermaksud menderhaka, Rozi tidak bermaksud mengajar mak... Rozi nak mak tahu Rozi sentiasa menyayangi mak...Mak adalah sumber inspirasi Rozi

Puisi Cinta Kita - 9 Disember

Ia suatu perjalanan yang panjang
17 tahun kita menggenggam erat ikatan suci ini
Ikatan yang menguji kita dengan pelbagai dugaan
Ibarat sedang menempuh alam keremajaan
kita masih perlu terus berusaha
melalui liku-liku dan ranjau yang ada
berpegang teguh menjadi dewasa

17 tahun yang penuh kenangan
manisnya bila cinta dijaga dan dibaja
masamnya bila cinta dikelirukan dengan nafsu manusia
pahitnya bila ujian datang melanda
masam manis kecewa bahagia
adat resam rumahtangga
biarlah ia menjadi sebuah cerita
untuk dikenang di hari tua

pandang ke hadapan demi cinta kita
gagahkan perjuangan demi anak-anak tersayang
halalkan segala yang pernah dikongsi
maafkan segala kekhilafan dan kelalaian diri
kepada Allah kita panjatkan doa
agar cinta ini kan terus membara
agar cinta ini kan teguh selamanya

Terima kasih suamiku atas kasih sayangmu
Terima kasih kerna masih terus memilih untuk bersamaku
Terima kasih kerna menerima aku sebagai suri hidupmu


Selangkah lagi aku melangkah

Senja yang tenang
Panas mentari semakin menghilang
Malam kian menunjukkan wajahnya
Esok tahun baru akan menjelang
Meninggalkan seribu satu cerita
Menutup diari suka dan duka

Tenang memandang alam
Aku merenung pada hari-hari silam
Banyak yang aku peroleh
Rezeki, rahmat dan kebahagiaan
Makkah dan Madinah sudah aku jejaki (syukur kepadamu Rabbi)
Suamiku pulih seperti sedia kala
Anak-anakku makin dewasa
Cinta kami semakin indah
Kasih sayang mewarnai kehidupan bersama
Apa lagi yang masih kurang?

Walau rezeki hanya cukup-cukup
Namun kebajikan keluarga masih terbela
Walau hutang menghimpit kehidupan
Namun udara keliling masih segar untuk dihirup
Walau tekanan hidup tidak pernah berhenti
Namun kekalutannya masih bisa ditanggung lagi
Walau ada sahaja rintangan dan ujian
Namun kasih sayang Allah tidak pernah padam
Aku syukuri nikmat dan rahmatmu tuhan
Engkau beri aku banyak ujian
Untuk kuterima sebagai pengalaman
Engkau beri aku keluarga yang bahagia
Agar mereka menyokong aku tatkala aku memerlukannya
Engkau beri aku kekuatan
Kerna Kau tahu sifatku yang tidak berdaya
Engkau beri aku petunjuk
Agar aku tidak sesat mengikut kata hati yang penuh noda dan duka
Semoga Engkau terus menunjukkan jalan
Membimbing aku sehingga di akhir perjalanan

SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2013

December 19, 2012

9 Disember

9 Disember, ulangtahun perkahwinan kami yang ke 17. Usia remaja yang disulami dengan pelbagai cerita. Terlalu banyak yang telah kita lalui selam 17 tahun perkahwinan ini. Bahagia...insyaAllah selama ini kita bahagia. Belum lagi kita mengenal erti jemu dalam berumah tangga. Kita saling menyayangi, kita saling bergurau senda, berkongsi cerita. Abang pendengar setia. Derita....itu juga aku pernah merasa. Memang derita itu pernah hadir dalam perkahwinan kami. Siapa yang tahu... Aku sendiri tidak sangka yang aku kuat menghadapinya seorang diri. Jika tidak mungkin tidak ada lagi ulangtahun pada tahun ini! Sungguh uniknya cinta kita. Semoga usia perkahwinan kita akan terus berpanjangan, diberkati Allah dan diberi kebahagiaan yang berterusan. Zie tidak mahu menangis lagi...Zie sayangkan perkahwinan ini, Zie sayang abang dan anak-anak...Selamat Ulangtahun sayang

Ke mana hendak pergi

Bila gelombang datang menerpa Bila ujian datang melanda Bila ada 'kuasa' yang menentukan semua Kebebasan...hilang maknanya Matlamat, tidak nampak penghujungnya Setiap langkah diperhati Setiap bicara dikawal rapi Keringat dan air mata perkara biasa Tawa dan keriangan menjadi teka teki Keikhlasan bukan suatu yang dihargai Kesungguhan untuk berjuang mula menyepi Tatkala itu semuanya sudah tidak bererti Jalan dan terus berjalan selagi upaya Lari dan terus berlari selagi termampu Hanya meneruskan apa yang perlu

November 26, 2012

Ayah Syuk - Semoga Dipermudahkan Allah

Perasaan siapa yang tidak tersentuh...terserempak dengan Salmi di dalam lif waktu pulang kerja. Cepat balik hari ni tegurku. I nak ke PPUM melawat ayah Syuk, katanya dah dipanggil anak2 ke hospital. Ya Allah, bagai gugur air mata aku mendengar berita yang menyedihkan ini. Ayah Syuk menghidapi kanser usus. Sebelun ini ada Syuk bertanyakan kepada ku tentang petua untuk menjaga kesíhatan pesakit kanser. Hari ini sudah kritikal rupanya ayah Syuk. Aku memohon keampunanmu Ya Allah untuk ayah Syuk. Ampunilah dirinya dan mudahkanlah bagi dirinya untuk menghadapi saat2 yang bakal berlaku pada dirinya. Aku bersyukur kepadaMu yang telah memberikan peluang kedua kepada suamiku untuk terus menikmati kehidupan ini. Syukur kerana memberi aku dan anak2 peluang untuk disayangi, dilindungi, dibahagiakan. Ya Allah, semoga Engkau melindungi suamiku dan memberinya kesihatan yang baik agar dia dapat terus beribadah kepadaMu, menjadi kekuatan kepada kami. Begitu banyak yang telah dia terima dari kelalaiannya yang lalu, semoga dia akan terus tabah untuk menerima apa jua ketentuanMu.

November 19, 2012

Marah dan Kesal

Memang aku fobia bila membaca atau mendengar kisah kecurangan pasangan suami isteri. Fobia kerana saat mereka sedang menikmati kebahagiaan berlandaskan hawa nafsu, ada hati yang terluka dan menjeruk rasa. Ada hati yang dikecewakan, ada hati yang punah ranah bagai kaca terhempas. Mengapalah harus berlaku curang sedangkan diri itu sudah berusia, sudah berkeluarga...mengapakah perlu ditangkap di kamar hotel pada waktu sepatutnya kau berada di samping suami dan anak-anak tercinta....apakah sudah tidak ada rasa cinta dan kehangatan dalam rumahtanggamu lagi? Kosongkah hidupmu... Tidak malukah ceritamu menjadi tajuk dalam dada akhbar...di mana hendak diletakkan mukamu, muka suamiku dan muka keluargamu.... Sesungguhnya jika cerita itu tidak diketahui umum...adakah dosa akan terus berlaku? Tidak takutkah pada balasan yang bakal diterima. Ya Allah, sesungguhnya tatkala membaca berita-berita seperti ini, hatiku menjadi marah, kesal dan sedih. Padahal setiap yang berlaku itu adalah keizinan Allah untuk memberi peluang kepada hambaNya agar cepat-cepat bertaubat. Mungkinkah perasaan ini timbul kerana aku seorang wanita...

October 31, 2012

Berhati-hatilah

Memang tidak salah untuk kita bertanyakan khabar. Memang tidak salah untuk kita menghantar pesanan ringkas memaklumkan yang kita berada di kawasan sekitar. Kita memang tidak ada apa-apa perhubungan yang istimewa. Persahabatan kita hanyalah biasa-biasa. Kita bukan bekerja di bawah satu pejabat. Jauh sekali untuk keluar bersama. Tidak mungkinlah akan menimbulkan sebarang fitnah. Tidak mungkinlah akan mencetuskan sebarang fenomena. Sementelah kita masing-masing sudah berkeluarga... Saya sayang keluarga saya, dan kamu juga bahagia dengan keluargamu... Tapi, kita masih perlu berhati-hati...Dari mana punai melayang, dari sawah turun ke kali, dari mana datangnya sayang, dari mata turun ke hati... jika itu terjadi, maka hancurlah kebahagiaan yang dibina selama ini, hilanglah kepercayaan yang dipegang teguh sehidup semati...semua itu akhirnya akan kecundang menyembah bumi. Nafsu bermaharajalela, syaitan riang gembira, keluarga menangis dan berduka. Waktu itu semuanya akan berubah... tidak ada kasih sayang, tidak ada sefahaman. Tidak ada apa yang boleh menyelamatkan. Jangan sampai semua ini terjadi. Berhati-hatilah...berhati-hatilah.

October 25, 2012

Jangan diikutkan perasaan

Mungkin aku terlalu mengikut perasaan...atau dia tidak tahu yang aku sedang berperang dengan perasaan. Aku tidak minta untuk mengingat kisah semalam, namun ada ketika banyak kebetulan-kebetulan yang berlaku mengingatkan aku pada apa yang pernah aku lalui.

October 19, 2012

Masak apa tengahari ni?

Hari ni aku tak kerja...mecari-cari idea nak masak apa untuk makan tengahari....emmm, kata bibik lauk tak ada dalam peti ais. Takpelah jap lagi, keluar ke pasar segar cari ayam. Nak buat masak lemak ayam...cara emak. Bahan-bahan yang mak ajar simple jer: Bahan A Cili giling satu sudu kunyit hidup 1 1/2 inci bawang merah kecil beberapa 6 biji (cukup kot) belacan (ada ke tak ada eh??? lupa bab yang ini - rasa2nya tak ada - so keputusannya xperlu) buah keras (option) - jika nak lemak dan pekatkan kuah Bahan B serai 2 batang - dititik daun kunyit - sehelai daun limau - 3 - 4 helai Bahan C Santan 1 biji (masa dulu kami perah kelapa dan asingkan satu cawan pati dan selebihnya jadikan kemancau [santan cair]) Gaul semua bahan A dalam periuk, masukkan ayam dan bahan B. Bubuh kemancau. Masakkan dengan api perlahan. Bila dah rasa nak tutu api, masukkan pati santan dan kacau perlahan-lahan - jangan sampai pecah minyak....matikan gas. Hidanglah untuk keluarga. Waktu masak jangan lupa baca basmallah dan doa yang baik-baik untuk keluarga.

October 16, 2012

Masuk dapur

Tak tahulah mengapa kebelakangan ini keinginan untuk ke dapur begitu membara. Tak sabar rasanya untuk menunggu hujung minggu. Masuk dapur memasak untuk keluarga. Bukannya masakan luar biasa. Masakan yang biasa-biasa. Yang biasa aku masak semasa muda. Terus terang, dah lama aku tidak menyibukkan diri di dapur. Mana tidaknya, dapur ibarat bilik utama bibikku. Seawal jam 5 pagi dia akan menyediakan sarapan pagi, takut anak2ku kelaparan katanya. Kena beritahu bibik kalau ada perancangan untuk bawa anak-anak sarapan di luar, atau ada masakan yang nk aku masak baik pagi, malam atau tengahari. Anak2 pula kebelakangan ini dah mula memilih. Kadang2 tidak diusik lauk pauk yang disediakan oleh Bibik....dah jemu agaknya. Tapi mereka tidak pernah menyuarakan kepadaku.Tidak mahu menyusahkan hati mama agaknya. Menyedari perubahan ini, aku ambil keputusan untuk mula menyediakan saraoan, makan tengahari dan makan malam. Bukan susah pun. Ahad lepas aku masak sambal tumis ikan kembong, kari ayam dan goreng kacang panjang. Seronok mereka makan. Aku juga merindui air tangan sendiri! Yang penting bahan di dapur perlu cukup, khususnya belacan, asam jawa, bawang merah, bawang putih, halia, kunyit dan cili kering. Oh ya, Sabtu lepas aku buat lasagna (bahan2nya ikut apa yang tercatat di kotak jer)...hahaha tidak cukup rupanya! Semua ini menaikkan semangat mama....

October 9, 2012

Thinking Culture

We are managers, leaders and experts in our own areas. We plan, strategise, give ideas and accomplish projects and tasks. When the projects accomplish, we receive all kind of feedbacks, positive and negative. We seldom bother with the praises for the excellent jobs done, what more important to us are the jobs done perfectly, and meet everyone’s expectations. It is difficult to fulfil everyone needs and expectations, but if we achieve their expectations, we will be distinguished in the eyes of our customers. In getting the jobs done, we sometimes forget to bring together our people in the thinking part. We rather do the planning, strategising and thinking ourselves, and leave the doing or implementation part to our people. Therefore when things didn’t turn as planned, people tend to put the blame on us, and as a result we felt upset and not appreciated. To establish an environment where organisation can provide customers more than what they expected, we must encourage a ‘thinking’ work culture in our system. We cannot afford to have people doing what they are asked to do without thinking, people who work like machines, people who do the same process they learned or heritage from others many years ago. We must develop environment where people are willing to change, willing to face challenges, and willing to use their intelligence to bring the best of their ability. Over years, we have simplified work flows, and developed programmes and systems to expedite processes, and these make some of the workers becoming complacent and less productivity, and to certain extent, some of them are reluctant to change. With all assistance provided around us, we should now focus on using our ‘brain’ to deliver our service in creative and innovative way. We should enhance our work environment with new way of doing things, to deliver service smartly, accurately, efficiently and timely. Creative and innovative thinking is not only related to developing IT system and shorten the work flow. It should be able to integrate the knowledge, technology, skills and experiences one have to produce a better solution for his or her jobs. To enhance thinking culture, you must encourage your people to explore and ask questions, give them time to formulate their thinking, allow them to take and defend their stands and connect to other people ideas, and encourage them to build on each other thinking so that the results become more outstanding. If all staff can think of brilliant action to take when they face problems in their workplace, then you do not have to put much of your time on the day to day supervision, therefore you can concentrate and commit on bigger agendas. Give your staff encouragement and trust to solve the problems, and allow them to rectify their mistakes if decisions or actions taken were not effective, and don’t forget to acknowledge them for their contribution. We must encourage our people to work independently with minimum supervision. We must let them deal with issues and experience the ‘critical moment’ and be responsible to their deeds and decisions. Our people should know how to cater customers demand rather than expecting customers to fit to the processes set in the organisation. We are responsible to promote good perception about the organisation to the customers and the public, i.e. through excellent service, and presentable, well-versed and profesional staff in all aspects related to customer service. For this to happen, all staff in the organisation must engage themselves in the thinking culture. Managing the way we think will develop a better system and determines our performance.